Pertolongan Pertama untuk Anak Demam - AngeLinuks

Sedang mencoba terus berbenah. Hope you enjoy it. :)

Latest Update
Fetching data...

Sabtu, 29 September 2018

Pertolongan Pertama untuk Anak Demam



Ada satu hal yang wajib dilakukan orangtua ketika anaknya sedang demam, yakni; jangan panik.

Tapi susah, serius. Setidaknya berdasarkan pengalaman saya menghadapi anak demam, betapa pikiran jadi bercecabang kemana-kemana. Demam memang bukan penyakit, katanya. Demam adalah suatu reaksi untuk melawan infeksi bakteri atau virus atau apapun hal lain yang sedang menyerang tubuh. Tapi memikirkan soal reaksi perlawanan ini, mau tidak mau kita tentu jadi ketar-ketir; 'Penyebab apa gerangan yang sedang dilawan tubuh anak kita sekarang? Kecapekan? Tumbuh gigi? Kena virus? Kena bakteri? Gimana kalau parah?' 

Kadang kekhawatiran ini saya tambahkan pula dengan; 'Gimana kalau Nina harus ke rumah sakit lagi? Gimana kalau harus diinfus lagi?' Walaupun di sisi lain, justru ingatan soal infus ini pula yang membantu saya untuk lebih tenang. Selow, selooow, jangan panik dulu. Jangan buru-buru ke rumah sakit dulu karena di sana udara dan suasananya sama sekali enggak enak. Gitu. :3

Untuk membantu mengingatkan saya dan barangkali berguna pula untuk ibu yang lain, berikut saya tulis saja sedikit yang saya coba cari tahu soal seluk-beluk demam.

Beberapa benda yang harus tersedia di rumah untuk pertolongan pertama saat anak demam adalah;
- termometer
- paracetamol drop atau syrup
- washlap & air hangat

Demam adalah suatu kondisi saat suhu tubuh mencapai 38.5°C dalam waktu minimal 24 jam. Saat badan anak mulai menunjukkan gejala demam kita bisa mencoba mengusahakan suhu tubuhnya turun dengan cara berikut ini;
- sering berikan ia minum (asi/susu/air putih/kuah kaldu, dll)
- memakaikan baju tipis
- kompres hangat di lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan
- anak demam boleh dimandikan asal dengan air hangat, kalau tidak dimandikan justru kasihan karena kuman akan jadi sangat mudah berkembangbiak
- gendong (karena badannya pasti tidak nyaman dan ia akan sering menangis) sambil lakukan skin to skin contact, suhu tubuh ibu yang stabil akan menyerap panas tubuh anak
- sering pantau suhu tubuhnya
- memberikan paracetamol sesuai dosis (berdasarkan berat badan dan usia).



Lalu kapan anak demam perlu pergi ke dokter?

Sebetulnya pergi ke dokter sesegera mungkin bukanlah hal yang salah. Tapi sepengalaman saya, antre dokter itu lamaaaa hiks, pun demikian udara rumah sakit (atau ruang tunggu tempat praktek) sungguh bukan tempat yang nyaman untuk anak kita. Salah-salah, justru anak bisa tertular virus atau penyakit lain dari tempat kita menunggu tersebut. Betapa kurang bijak jika ini terjadi padahal sebetulnya anak kita hanya demam biasa yang bisa sembuh dengan pertolongan di rumah?

Namun demikian saya percaya insting ibu akan bekerja dengan baik soal kapan perlu ke dokter atau tidak ini. Sebagai pedoman, ada beberapa kondisi yang perlu ditindaklanjuti dengan segera membawa anak ke dokter saat anak demam, yakni;

- saat ia dehidrasi dan tidak mau minum
- tidak bisa ditenangkan dan terus-menerus menangis bahkan jika digendong
- badannya lemas dan terlihat pucat
- kejang
- sesak napas
- muntah dan diare
- sakit kepala hebat
- atau jika suhu mencapai 38° untuk bayi di bawah 3 bulan, 38.5°C untuk bayi 3-6 bulan, dan 40°C untuk bayi >6 bulan

Saya pikir, tidak ada pedoman yang terlalu saklek untuk dipatuhi. Semua bergantung pada kondisi dan riwayat masing-masing. Maka, jika alarm di kepala anda mengatakan 'harus ke dokter sekarang', maka pergilah ke dokter.

Semoga anak kita sehat selalu.



1 Comments


EmoticonEmoticon