Tidak Ada Habisnya - AngeLinuks

Sedang mencoba terus berbenah. Hope you enjoy it. :)

Latest Update
Fetching data...

Jumat, 21 September 2018

Tidak Ada Habisnya

image from here

Mungkin kita bisa memulai blog ini kembali dengan cerita soal saya. Setelah sekian lama. Kemana aja? Ngapain? Udah punya mobil belum? Udah bisa njemur pakaian sambil dilempar-lempar belum? Udah bisa sulapan mengecilkan tubuh terus naik ke mobil mainan lalu pergi tamasya berkeliling-keliling kota belum?

Sebab saya di masa lalu ialah seorang pemimpi yang bahkan jalan-jalan ke pantai di malam hari aja pernah dimasukin wishlist. Sungguh banyak maunya dari yang remeh sampai yang beneran berguna. Apa sekarang sudah enggak? Ternyata masih. Meski kini keinginannya lebih logis dan masuk akal, tapi ya tetap saja ada banyak. Pun tetap susah dicapainya. Barangkali karena memang demikianlah rancang bangun nafsu manusia? Tidak ada batasnya.

Jadi, sekarang saya seorang istri, juga seorang ibu. Saya menikah dengan seorang teman kerja, lalu hamil, lalu melahirkan seorang bayi perempuan yang kami panggil Nina. Awalnya kami serumah dengan orangtua saya, saat Nina berumur 9 bulan, kami mengontrak sebuah rumah. Kini kami tinggal bertiga.

Kalau orang bilang, saat berumah tangga memang sebaiknya kita tinggal pisah rumah supaya lebih bebas, barangkali itu benar. Kami benar-benar bebas sampai kadang malu sendiri mengapa lampu depan baru mati setelah jam 9 pagi. Atau mengapa sekalinya mencuci, jemuran ada banyak sekali padahal kami bukan jasa laundry. Juga mengapa saya tidak pernah belanja ke warung belakang dan samping kontrakan, dan justru memilih belanja ke tempat yang agak jauh hanya karena warung yang jauh ini buka di malam hari. Iya, kalau ke warung samping atau belakang pasti sudah kehabisan karena belanjanya selalu kesiangan. Sebebas itulah kami sampai kesannya tidak bisa mengontrol diri sendiri. Pffft.

Gak apalah asal bahagia? Iya. Tapi saya merasa tidak sehat, dan tidak ideal.

Sebetulnya, sejak Nina lahir, sungguh saya sempat ada di fase tidak ingin apa-apa lagi karena segalanya sudah sangat cukup. Suami pengertian, anak yang sehat, ASI yang lancar, masya allah rasanya saya tidak ingin apa-apa lagi. Syukur saya membuncah-buncah.

Namun akhir-akhir ini saya mulai ingin hal-hal yang lain. Saya merindukan keteraturan dan begitu ingin mencapainya. Saya rindu kegiatan yang terjadwal dan kepontang-pantingan saya menepati semuanya. Mungkin menjadi ibu adalah zona paling nyaman sedunia untuk saya? Mungkin karena Nina sudah agak besar, sudah hampir 18 bulan dan tidak terlalu bergantung pada ibunya, maka sekarang saya bosan. Saya ingin rutinitas lain yang menyehatkan mental dan menggairahkan pikiran.

Kalau kata Nina; "Jitu ya?"
Iya, Nak. Mungkin begitu...

Saya sudah bikin wishlist dan target-target baru. Coba nanti kita lihat apa saja yang berhasil dicentang karena sudah berhasil dicapai, atau apa juga yang terpaksa ditunda ke nanti dan nanti dan nanti hingga akhirnya diabaikan saja.

He. Hehe.


EmoticonEmoticon