Drama Nursing Strike Saat Anak Hampir 2 Tahun - AngeLinuks

Sedang mencoba terus berbenah. Hope you enjoy it. :)

Latest Update
Fetching data...

Kamis, 22 November 2018

Drama Nursing Strike Saat Anak Hampir 2 Tahun


Note: Tidak ada tips mengatasi nursing strike di tulisan ini, hanya curhat panjang semata xD

Mungkin anak saya tipikal perasa alias terlalu peka alias sangat sensitif. Sejak baru lahir, terhitung ada 4x dia mengalami nursing strike. Nursing strike sendiri adalah kondisi di mana bayi tiba-tiba menolak menyusu. Mogok gitu. Bisa karena sariawan atau karena tidak cocok dengan hal baru (misal ibu ganti parfum) atau lain hal yang nggak jelas apa penyebabnya. Nah penyebab Nina nursing strike, hampir selalu karena alasan psikologis.

Kali pertama nursing strike adalah saat dia berusia 3 bulan. Nggak tahu awalnya gimana, mendadak dia melengos aja gitu setiap mau disusuin. Sudah dicoba berbagai macam posisi dari berbaring, sambil dipangku, sambil digendong, tetep nggak mau. Akhirnya dia saya paksa sampai berujung nangis kejer setiap kali saya hendak susui. Aduuu rasanya kepingin ikutan nangis juga. Karena itu kali pertama, saya parno banget kalau dia nggak mau nyusu selamanya gimana? Sebab keponakan saya pun menolak nyusu sama ibunya sejak usia 3 bulan karena bingung puting. Tapi kan Nina nggak diselingi minum pakai dot ya, masa iya dia bingung puting juga? T====T Alhasil harus nunggu dianya keriyep-keriyep dulu di gendongan baru bisa disusuin. Itupun intensitasnya jaraaang sekali. Kalau nggak salah ingat, sehari bisa cuma 4x nyusu padahal biasanya ribuan kali (iya lebay maap :3). Jadinya dalam sehari bisa berkali-kali nangis drama gitu dia, cuma karena dipaksa nyusu. Ya gimana kalo nggak dipaksa enggak mau. Anak umur segitu kalo nggak nyusu asupan nutrisinya dari mana lagi dong huhu. Untungnya beberapa hari kemudian pola menyusunya normal kembali. Nggak usah dipaksa dan drama-drama, dia mau menyusu kapanpun dan di manapun lagi. :3

Kali kedua dan ketiga ini saya lupa detailnya. Terjadi saat dia udah mulai mpasi dan udah bisa minum pakai gelas. Kalau nggak salah saat usianya 7 atau 8 atau 9 bulanan. Penyebabnya, yang satu karena saya jerit waktu dia menggigit saat menyusu, mungkin dia kaget, atau berpikir bahwa saya marah. Penyebab yang satu lagi, karena saya bawa dia pijet ke dukun bayi dan membiarkannya nangis kejer. Mungkin dia pikir saya tega, jadi dia kesel atau sedih atau merasa tidak disayang atau gimana. Reaksinya ya sama. Melengos gitu kalau disodorin nenen. Bedanya, di usia segitu dia udah nggak bisa lagi dipaksa sambil gendong. Lagi tidur pun tetep melengos kalau dikasih nenen. Berhubung dia sudah bisa minum pakai gelas, akhirnya diakalin saya kasih asip hasil marmet, dan dicoba minumnya pakai gelas. Eh ternyata mau loh diaaa biarpun sedikit. Kok ya tega kamu nggak mimik ibuk tapi mau kalo pake gelas, Nak? -____-

Nina ini kalau udah kadung nursing strike bisa sampai dua-tiga hari. Nggak yang nolak sama sekali gitu sih. Dia tetap mau nyusu tapi mungkin sehari hanya dua kali pas dia udah ngantuk banget. Malam hari, yang biasanya tengah malem kebangun pun dia nggak mau nyusu. Dia tentu akan kebangun, merengek, tapi ya nggak nyusu. Paling dia bisa tidur lagi kalau dipukpuk atau dikipasin atau digendong sebentar. Alhasil dalam semalem dia bisa bangun berkali-kali dan merengek terus. Lapar banget mungkin perutnya. T==T

Bulan demi bulan berlalu, saya mulai lupa gimana haru-birunya kalau anak mengalami nursing strike. Masuk usia 18 bulan, pikir saya, wah Nina udah hampir masuk usia disapih nih. Yeayyyy akhirnya aku bebas. Eh bukan ding. Maksudnya, karena saya tertarik ingin menerapkan metode WWL saat menyapih Nina, maka saya mulai mencari tahu; Saat seusia Nina begini, udah mulai bisa disounding belum ya? Udah bisa nggak usah tawarin menyusu kalau anaknya nggak minta belum ya? Udah bisa belajar nggak nyusu saat tidur malam belum ya?

Sebab beginilah metode WWL alias Weaning with Love alias Menyapih dengan Cinta itu kalau berdasarkan hasil saya browsing:

1. Tidak menipu anak. Misalnya, oles lipstik atau jamu pahit di payudara ibu agar anak jera lalu berhenti menyusu
2. Sounding
3. Tidak menawarkan, tapi juga tidak menolak
3. Tidak ada tenggat waktu, maka WWL ini dibilang berhasil saat anak sudah nggak minta nyusu lagi, atau jikapun minta, orangtua dapat mengalihkan perhatiannya tanpa membuatnya tantrum.

Karena nampaknya Nina sudah cukup besar maka saya mulai sounding Nina; "Nak, besok kalau Nina udah ulang tahun, udah nggak usah mimik lagi yaaa. Soalnya Nina udah besar. Mimik itu untuk adek bayi."

Hampir setiap ada kesempatan, dan kalau ingat, saya akan sounding begitu. Sampai Nina hapal juga bahwa;

"Nina nggak usah apa Nak kalo udah dua tahun?"
"Nggak ucah miiimiiik."
"Soalnya udah apa?"
"Udah ecaaann."

Meski setelah itu selalu akan dia sambung lagi dengan; "Mimik buk, mau mimik nina buuuukkkk."

Hingga tibalah saat dia beneran nggak mau mimik, di usia 19 bulan. Bukan karena soundingnya berhasil, tapi lagi-lagi nursing strike! Taunya nursing strike gimana? Feeling aja. Karena terakhir Nina mimik sempat terjadi drama menguras emosi antara kami berdua. :'( Pikir saya, mungkin Nina sedih gara-gara itu. Huhu. Ya Allah jadinya dilema. Ini kalo nursing strike di usia segini mau langsung lanjut disapih aja atau gimana? Kalau kondisinya karena dia sedih begini apa iya jadi weaning with love namanya? Apa nggak malah sebaliknya?

Kala itu banyak yang menyarankan, nggak apa-apa, disapih aja. Selama tiga hari, Nina tidur tanpa mimik. Hari pertama rewel banget, dan susaaah karena harus gendong tapi nggak tidur-tidur. Giliran ayahnya yang gendong, eh dia bisa keriyep-keriyep, taruh dikasur, usap-usap sambil dikipasin, tidur. Hari kedua, gendong lagi tapi cuma sebentar. Begitu ditaruh di kasur, dikipas sambil usap-usap sedikit, tidur. Hari ketiga bahkan nggak usah digendong sama sekali. Cuma dikipas dan diusap-usap aja sambil main di kasur bertiga, dan dia bisa tidur dengan mudahnya. Huhuuu saya terharu tapi sedih juga. Pagi harinya, saat menyuapi dia makan, saya coba ajak dia ngobrol.

"Nina kenapa nggak mau mimik sama ibuk lagi, Nak? Nina marah sama ibuk?"
"Endak," katanya. "Nina untah dadi ya. Uwwwekkk, jitu. Uwwwweeekkk."
Setiap kali dikasih mimik dia memang selalu pura-pura mau muntah. Saya sampai pernah mandi lagi karena mikir mungkin Nina memang nggak nyaman, ternyata ya tetep nggak mau, dan tetep uwwek juga. Ganti parfum sabun mandi dan detergen pun enggak kok. -_-
"Ibuk minta maaf ya kalo ibuk ada salah."
"..."
"Ya Nina, maafin ibuk ya?"
"Iyaaa."
"Nanti Nina mimik ibuk lagi ya?"
"Iiiiyyyaaaa."
"Sebentar kok cuma lima bulan lagi kok. Yaaaa? Nina sabar dulu. Mimik sama ibuk dulu ya, Nak?"
"Iya."

T--------T

Entahlah dia ngerti apa enggak. Tapi saya sudah putuskan untuk nggak akan menyapih Nina dulu. Selain karena umurnya kekecilan menurut saya, juga karena kondisinya. Sebab dia bukannya lagi self weaning, dia hanya sedang marah sama saya maka ia lampiaskan dengan nursing strike. Kalau lantas dilanjutkan dengan menyapih kok kayaknya jadi sedih aja gitu. Nggak rela. :'(

Sekarang dia sudah hampir 20 bulan. Setelah dia mau nyusu lagi, saya udah nggak pernah sounding-sounding dia untuk berhenti mimik lagi dong. Nggak tahu deh besok ini gimana menyapihnya. Entah gampang atau malah drama. Entah tepat waktu atau justru molor sekian lama. Beneran nggak tahu. Beneran belum mau mikir itu dulu karena masih trauma.

 -_____-

Yo wes lah. Rapopo. Pikir keri aja deh, Bosque~

23 Comments

Teknik menyapih anak ada caranya yah mbak. Nggak bisa main lepas begitu aja, apalagi pakai tipu-tipu

Aku ikutan mellow loh bacanya, mba huhu

Kalau anak nursing strike saat masih usia di bawah dua tahun, pasti kita yang mellow karena pasti ada alasannya kenapa.

Anakku udah 31 bulan belum berhasil disapih, nggak segampang itu ternyata nerapin wwl. Jadinya yaudah saya biarin dulu deh biar dia self weaning, dan berharap dia nursing strike karena emang udah bosen nyusu, wkwkwkw.

Noted. Cara menyapih ini mau aku simpen ah buat nanti kalau udah saatnya nyapih. Sedih ya ketika anak memgalami nursing strike, kita sebagai ibu suka bingung harus gimana..

Saya juga sedih kala minta Palung berhenti enen karena saya pikir harus demikian. Saya lupa pernah baca artikel di majalah Intisari lawas soal anak yang menyusu sampai usia 3 tahun dan IQ-nya tinggi. Palung cuma sampai 2 tahun 3 bulan.
Andai saya punya anak lagi, pengen menyusuinya sampai usia 3 tahun dengan alasan kecerdasan intelektual dan menghemat uang tak usah beli susu tambahan.
Jadi, sebaiknya beri kebebasan pada Nina apakah mau berhenti enen, eh, mimi dengan ikhlas. Drama membuat anak behenti menyusui akan ada. Dan ada banyak ibu yang sedih serta tak tega.
Saran saya, nikmati saja peran Mbak sebagai ibu yang harus menyusui, karena tak semua anak bisa disamakan harus tepat waktu berthenti menyusui ASI ibu. Kondisi setiap anak berrbeda. Kondisi Palung juga mestinya diberi kesempatan sampai usia 3 tahun agar ia lebih cerdas daripada sekarang. IQ 112 sudah lumayan, namun bagus juga jika IQ 122, he he. ASI itu sumber nutrisi yang sangat kaya, juga batita masih butuh rasa hangat dan aman dengan menyusui. Mohon maaf jika saran saya kurang berkenan. Semoga Nina tumbuh kembangnmya baik dan sehat. Salam kenal, Mbak.

Dua anakku ASI sampai 2 tahun , Mbak..
Yang sulung 2 tahun 1 bulan, yang bungsu 2 tahun 2 bulan.
Masa lebihan 1 dan 2 bulan ini untuk proses sapihnya. Keknya yang sekarang disebut WWL ini. Dulu belom ada istilah ini setauku, atau aku kudet ya hahaha
Selain sounding jauh-jauh waktu juga aku alihkan, deketin ke Bapaknya-pas tidur malam, terus pas siang ke wak (aku dulu ada asisten yang sudah tua gitu, pulang hari..) diajakin main ke luar rumah, pokoknya dijauhin bentar dari aku.
Dan berhasil dalam 1 dan 2 bulan tadi. Terus aku kasihnya susu UHT/susu di gelas. Jadi enggak nyapih 2 kali (nyapih dari dot juga maksudnya).Alhamdulilah sukses

Bunda, semangat ya! Luar biasa perjuangan Bunda-bunda sejak anak lahir. Ini jadi pembelajaran buat saya yang masih single nih.

OMG! I feel you, mak. Menyusui dan penuh drama gini memang ujian banget buat hati kita ya. Rasanya lebih pilu daripada putus ama pacar. Tetap semangat ya mak. Aq mendukungmu

Jadi ingat waktu nyapih si kaka 9 tahun lalu, belum kenal istilah WWL. Rempong banget dah pake acara pergi ke bu haji segala minta dido'akan supaya bisa nyapih. Berhasil? Kagak hihihi semoga nanti pas nyapih adik dimudahkan. Lucu ya Nina, pintar sekali, iya kasihan kalau belum 2 tahun di sapih.

Wah masya Allah Ninna, moga jadi anak yang sehat2 selalu dan tambah pintar ya. Anaknya adek malah pas pulang dari RS sempat nggak mau minum ASI langsung, ditambah lagi tiap dipegang ibunya malah nangis. Ternyata memang lagi ada pengaruhnya dengan psikologis ibunya. Jadi 2 mingguan itu pakai ASI pompa aja.
Tapi sekarang udah 3 mingguan gini udah kembali mau sih.

Oh begitu ya mba... aku blm punya anak. Dan pengen bamgettt aminkan yaaa

Sama mbak, aku juga dulu penuh drama tapi kadang kalau dipikir lagi sekarang malah seru padahal dulu keknya berat banget hehehe.

Anak2ku dulu nempel banget kayak perangko udah 2tahunan ga mau behenti nyusu ASI netek gitu. Apa boleh buat jadi pakai si nenek2 nyembur de. Alhasil ya berhasil. Tapi kalo inget ada rasa besalah karena caranya kurang baik. Hehehe ya namanya jadi orangtua kan learning by doing.

Wah, anak saya malah cuek bgt. Apa pun yang terjadi, pokoknya aku mau mimik teruus.. Bulan depan 2 tahun dan makin intens nyusunya. Padahal perut sudah kenyang, tetep harus mimik..

Hehehe.. sabar mba, nanti pasti tiba saat yang tepat weaning with love nya :)

Kok udah bisa akting wek wek yak? Masa diajak liat sinetron terus dia nyontoh? Hehe. Maap becanda. Senangnya anak masih mau menyusu. Anak saya malah muntah tiap kali nyusu saya di usia 2 bulan. Akhirnya terpaksa pakai botol. Tapi saya mompa ASI terus hingga setahun ini

Wah semangat terus ya bun buat membersamai dek Nina nya. Aku banyak banget belajar dari tulisan ini bun masya Allah ya peran seorang ibu dalam hal mengasihi saja begitu penuh perjuangan. Jadi well noted ketika saya nanti ada cadebay hehe

Dulu menyapih Fadel banyak dramanya. Sampai susah tidur malam karena biasanya nempel sama emaknya sampai tertidur. Tapi drama itu terlewati juga, akhirnya berhasil disapih.

Aku doong anak baru bisa disapih setelah 3 tahun wkwkw.. kurleb umur segtulah, pokoknya ga ada unsur pemaksaan sih, aku tak sounding anak jangan nenen lg y kan udh gede, nah udh tuh tp fia ttp ngeyel brati tandanya blom siap, setelah dia faham, ngelepasnya gampang, "Mau mainan? Klo mau udahan nenennya ya"

Anak ngga mau nyusu, emang drama banget ya mbak. Akupun. Huhuhu. Termasuk aku udah berhenti nyusui di usia bayi baru 19 bulan. Padahal bukan karena dia menolak tapi karena dua putingku luka parah banget. Semangat terus, mbak..

Cara menyapih anak memang beda-beda ya mbak.
Tapi memang bener sedari kecil sudah diajak komunikasi.
Agar anak secara alam bawah sadarnya mau memahami.
Tentunya dengan gaya komunikasi ala emak dan si baby ya mbak, hehe.
Nice share mbak.
Sangat membantu.

Pengalaman menyusui memang penuh suka duka, mbak. Tapi tidak terlupakan.

Sedih banget yah kalo si Kecil nursing strike. Kayak kita cinta ditolak gitu yah.
Ywda sabarin aja...biarin nempel sepuasnya drpd ngambek...

Sedih yang pastinya ya mbak, dan sebagai ibu tentunya akan mengusahakan yg terbaik. BTW, saya baru tahu soal nursing strike ini. Noted bnget buat saya yg belum jadi ibu.


EmoticonEmoticon