Orang Lain - AngeLinuks

Sedang mencoba terus berbenah. Hope you enjoy it. :)

Latest Update
Fetching data...

Jumat, 22 Februari 2019

Orang Lain



Saat kuliah dulu, saya pernah secara sengaja datang ke rumah sakit hanya untuk melihat-lihat. Duduk di kursi panjang yang sama dengan orang-orang yang menunggu antrian, melihat orang didorong dengan kursi roda, melihat yang stroke, yang penuh luka perban, yang terkantuk-kantuk sambil menggamit gulungan koran. Saya pernah iseng banget datang hanya untuk duduk dan diam.

Iya. Kurang kerjaan banget. Gimana bisa anak muda ini senganggur itu bukannya belajar atau cari uang tambahan? :3

Beberapa hari terakhir ini, saya kembali duduk di antara mereka. Karena periksa sendiri, karena memeriksakan Nina, karena mengantre obat, pokoknya sering banget ke rumah sakit dan ketemu orang-orang yang dulu ingin saya amati dengan kurang ajarnya. Anehnya justru sekarang saya sama sekali nggak tertarik untuk mengamat-ngamati orang lain. Kali ini, kalau saya ingin ngobrol ya ngobrol aja, kalau enggak ya main hape aja, kalau ditanya ya jawab aja. Hingga kemarin siang, saat mendudukkan diri di kursi tunggu, seorang gadis menyapa saya.

"Mbak mau periksa ya?"

Blablablabla.

Lalu dia cerita kalau dia mau ambil hasil lab.

"Ada benjolan di mana?" Saya bertanya.

Penasaran soalnya. Sampai saya sadar belakangan bahwa mungkin tidak semua orang nyaman ditanya sakitnya apa, apalagi sampai dikejar ke; benjolannya di mana?

"Di payudara."
"Besar?"
"Sepuluh senti, Mbak."
"Wah besar ya. Udah lama? Di kiri apa di kanan?"

Terus mendadak kayak sesaaakkk sekali dada ini membayangkan benjolan apa gerangan yang ada di payudara anak itu. Dia baru lulus SMA, tidak lanjut kuliah, wajahnya tirus dan kalem. Manis dan cantik. Seusia adek saya. Ada benjolan 10 cm di payudaranya dan belum tahu itu apa. Rasanya saya kepingin nangis sambil peluk dia erat-erat.

"Mungkin nanti dioperasi," katanya.

Operasi yang sampai mengangkat payudara itu, Dek? Semoga bukan ya. Kalaupun terpaksa payudara kamu diangkat, semoga tuntas sampai di situ aja penyakitnya nggak pakai nyebar kemana-mana. Semoga kamu diberi kesehatan dan waktu hidup yang panjang untuk menunaikan semua mimpi dan angan-anganmu, Dek.

Terimakasih sudah mengingatkan aku soal syukur yang tidak terhingga.

1 Comments

Tuhan acap kali menepuk bahu kita melalui Cara yg tak terduga


EmoticonEmoticon